Makalah Praktikum Hukum Ohm

Jumat, 10 Juni 2011
PENDAHULUAN
Dalam teknik listrik banyak sekali yang harus di perhatikan salah satunya adalah hukum-hukum tentang listrik di antaranya adalah hokum ohm , untuk itu dalam makalah ini akan di jelaskan ,agar dalam pengukuran arus listrik tidak terjadi kesalahan .
HUKUM OHM (Ω) adalah suatu pernyataan bahwa besar arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang dikenakan kepadanya. Walaupun pernyataan ini tidak selalu berlaku untuk semua jenis penghantar, namun istilah "hukum" tetap digunakan dengan alasan sejarah.
Secara matematis hukum Ohm diekspresikan dengan persamaan


Dimana I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere, V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt, dan R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm.Hukum ini dicetuskan oleh Georg Simon Ohm, seorang fisikawan dari Jerman pada tahun 1825 dan dipublikasikan pada sebuah paper yang berjudul The Galvanic Circuit Investigated Mathematically pada tahun 1827.
Dalam mengukut arus, hambatan , dan sebagainya sudah ada alat untuk mengukur, tapi dalam pengunaan lat harus ada dasar teori dan praktek untuk mendapatkan hasil atau mengetahui besarnya arus dalam konstruksi listrik.
Maka dari itu mahasiswa di berikan mata kuliah teknik dasar listrik agar mahasiswa tidak asal memasukan data pengukuran karena dalam alat pengukuran yang sudah ada yaitu multimeter  nilai yang sudah tertera pada saat mengukur  bukanlah nilai sebenarnya  karena hasil pengukuran alat tersebut  belum diketahui arus sebenarnya.
Untuk itu dalam pengukuran arus,tegangan ,dan hambatan harus menggunakan sistematis dengan menggunakan hokum Ohm.

PEMBAHASAN
Dalam bab ini akan di jelaskan pengertian Ohm ,dasar  penggunaan hokum Ohm, dan beberapa percobaan yang sudah di lakukan oleh penemu hokum Ohm
·        Pengertian  Hukum Ohm
Bila ada dua titik mempunyai potensial bereda berarti kedua titik tersebut mempunyai beda potensial.

Kemudian bila kedua titik tersebut di hubungkan dengan suatu penghantar , maka pada penghantar ersebut akan mengalir arus listril . besarnya arus listrik tersebut tergantung dari besarnya beda potensial kedua titik tersebut dan nilai tahanan penghantarnya .
Besarnya arus listrik tersebut ternyata berbanding terbalik dengan tahanan penghantarnya.
Keterangan :
I = arus listrik dalam ampere
V = beda potensial
 R = tahanan penghantar

Trik Menggunakan Rumus Hukum Ohm

Untuk mengetahui tegangan (V), pada segitiga persamaan Ohm di atas, “V” diberi warna biru yang berarti nilai yang dicari. Sedangkan arus (I) dan resistansi (R) diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai “V”, karena posisi “I” dan “R” sejajar secara horizontal dalam segitiga tersebut yang memiliki arti I x R, jadi V = I x R.

Pada segitiga kedua digunakan untuk mencari nilai arus (I) ditandai dengan “I” diberi warna biru. Sedangkan tegangan “V” dan resistansi “R” diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai “I”. Posisi “V” dan “R” berada pada posisi vertikal sehingga memiliki arti V / R, jadi I = V / R.

Pada segitiga ketiga digunakan untuk mencari nilai resistansi (R) yang ditandai dengan “R” diberi warna biru. Sedangkan tegangan “V” dan arus “I” diberi warna hijau yang berarti solusi untuk mencari nilai “R” dan posisi “V” dan “I” berada pada posisi vertikal sehingga memiliki arti V / I, jadi R = V / I.

Pada perumusannya juga dapat di gambarkan dengan grafik 

Contoh peristiwa dalam arus listrik
Gejala kelistrikan ditimbulkan oleh aliran muatan listrik antara dua titik. Semua alat listrik yang setiap hari kita gunakan merupakan susunan komponen-komponen listrik yang membentuk jalur tertutup yang disebut rangkaian.

Dalam pengukuran kelistrikan dapat d hitung secara sistematis

V = R I
 R  merupakan faktor pembanding yang besarnya tetap untuk suatu penghantar (pada suhu tertentu). Faktor pembanding ini dinamakan hambatan suatu penghantar.





Dalam suatu hambatan juga di pengaruhi  factor-faktor
u Panjang kawat penghantar ( l )
Semakin panjang kawat semakin besar besar pula nilai hambatannya.
u Luas penampang kawat penghantar (A)
Semakin besar penampang penghantar, semakin kecil nilai hambatannya.
u Hambat jenis kawat penghantar ( ρ )
Semakin besar hambat jenis penghantar, semakin besar nilai hambatannya.
Perhitungan secara sistematis




Penggunaan Hukum Ohm
Kita telah mengenal tiga besaran dalam listrik dinamik, yakni kuat arus listrik, tegangan, dan hambatan, atau I, V, dan R. dan seorang penemu telah merumuskan yaitu George Simon Ohm (1789-1854) merumuskan hubungan antara kuat arus listrik   (I), hambatan (R) dan beda potensial (V)  yang kemudian dikenal dengan hukum Ohm yang penurunannya sebagai berikut :
         pandanglah sebuah kawat konduktor dengan panjang l dan luas penampang A 


Karena berbentuk silinder volume dari dV adalah :


karena dl adalah jarak yang ditempuh elektron dengan kecepatan Vd dengan waktu 1 detik maka :













DAFTAR PUSTAKA

3.      DOE Fundamentals Handbook, Electrical Sciene, Volume 1 of 4, U.S. Department of Energy, Washington, D.C. 20585.
4.      Electrical and Electronic Principles and Technology, Third Edition, John Bird, Elsevier Ltd, 2007.
5.      Lesson In Electric Circuits, Volume I - DC, Tony R. Kuphaldt, Fifth Edition.

0 komentar:

Poskan Komentar